ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

YAA ALLAH DENGAN PERTOLONGANMU KAMI MEMOHON
BERILAH KAMI KEKUATAN LAHIR DAN BATHIN UNTUK MAMPU MERAIH RIDLAMU..

Rabu, 26 Oktober 2011

Berkedok Mobil Pintar, Anak-anak SD Dimurtadkan

image Suaranews - Berlangsung upaya pemurtadan di beberapa sekolah dasar di daerah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sekolah yang merupakan target yaitu SDN 01, SDN 05, dan SD Al Hikmah, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan. Fakta ini diketahui asal beberapa saksi serta tim kepolisian yang terjun ke lapangan.
Kepala Unit Reserse Kriminal, Kepolisian Sektor Tambun Selatan, Iptu Heriadi, menyampaikan, upaya pemurtadan ke beberapa siswa di tiga SD tersebut memanfaatkan modus program mobil pintar oleh Yayasan Satria Bangsa. Pol sek Tambun membuat tim khusus guna mengecek kebenaran praktik pemurtadan sesudah mengantongi laporan asal orang tua murid serta kepala sekolah.
Tim mendapatkan fakta yang membenarkan terdapat gerakan pemurtadan terhadap ratusan siswa asal ketiga SD itu, ucap Heriadi, Senin (24/10). Seminggu lalu, kepala sekolah asal masing-masing SD mengaku didatangi perwakilan asal Yayasan Satria Bangsa yang menawarkan penyelenggaraan kegiatan pemberian motivasi belajar beserta program mobil pintar.
Mereka menyepakati penyelenggaraan acara tersebut pada 6 Oktober 2011. Program mobil pintar diisi beserta kegiatan menyanyi, pemberian motivasi, permainan, serta sesi tanya jawab. Berdasarkan laporan saksi, jelas Heriadi, tiap sesi acara terdapat kejanggalan, sebagaimana pengenalan proses peribadatan suatu agama tertentu.
Dalam sesi tanya jawab, seumpamanya, siswa yang mampu menjawab pertanyaan asal panitia sesudah itu dikasih hadiah berupa roti, susu, pulpen, serta tas. Pada pulpen serta tas ditemukan gambar menyerupai Yesus serta tertulis petikan ayat asal al-Kitab, kata Heriadi. Hadiah-hadiah tersebut diamankan kepolisian sebagai barang bukti.
Tim khusus Polsek Tambun Selatan selanjutnya mencari tahu dua unit mobil pintar yang dipakai dalam acara itu. Heriadi menuturkan, ternyata mobil pintar atas nama Yayasan Mahanaim, bukan Yayasan Satria Bangsa yang menyelenggarakan kegiatan. Kasus ini dilimpahkan ke kepolisian daerah dan Mabes Polri karena kewenangan polsek hanya sampai menelusuri fakta di lapangan.
Kasus yang berkaitan dengan isu SARA semacam ini, tutur dia, membutuh kan penanganan yang intensif.
Aliansi Islam Bekasi (Alibi) Kota Bekasi mendesak kepolisian menindak tegas pelaku pemurtadan. Koordinator Alibi, Budi San toso, mengatakan, berdasarkan data yang ada, kejadian ini merupakan upaya in doktrinasi yang sudah berlangsung kesekian kalinya oleh Yayasan Mahanaim. Jika tidak ada tindakan tegas, bisa mengancam kerukunan hidup umat beragama, katanya. c25 ed: ferry kisihandi(suaranews)

sumber :
http://www.suaranews.com/2011/10/berkedok-mobil-pintar-anak-anak-sd.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar